Sampit Kini Sudah Berubah

Orang Madura Diterima, Beraktivitas seperti Dulu Lagi

Sampit adalah kota yang sangat menakutkan bagi orang Madura pada awal 2001 lalu, saat terjadi kerusuhan etnis. Tapi, sekarang kota ini sudah berubah. Kembali ramah kepada orang Madura. Banyak orang Madura yang dulu mengungsi, kembali lagi dan menjalani aktivitas sehari-harinya seperti biasa. Berikut oleh-oleh Agustini, kru KèKER Plus, yang baru pulang dari Sampit.

Kota Sampit merupakan kota yang lumayan ramai. Di kota ini ada pelabuhan untuk kapal besar. Biasanya, tiga hari sekali ada kapal pengangkut penumpang dari Kota Surabaya sandar.

Bila ingin ke Sampit, bisa menggunakan jalur laut. Jika naik kapal dari Pelabuhan Perak Surabaya, waktu tempuhnya satu hari satu malam. Tapi kalau tidak ingin mabuk laut, bisa naik pesawat udara. Hanya, mendaratnya di Kota Palangkaraya. Dari ibu kota Kalimatan Tengah ini dilanjutkan perjalanan darat naik tarvel, selama tujuh kemudian baru sampai Sampit.

Sampit memang punya kenangan pahit tentang konflik antara orang Madura dan Dayak pada pertengahan Februari 2001. Kota ini saksi bisu ribuan korban melayang dan harta benda hangus. Saat itu puluhan mungkin ratusan ribuan warga yang bersuku Madura mengungsi ke daerah lain. Kala itu, Sampit merupakan kota yang sangat tidak ingin memiliki warga yang bersuku Madura.

Tapi, tujuh tahun kemudian, keadaan Sampit sudah jauh berbeda. Kini bila berkunjung ke sana, dapat menemui lagi warga asal Madura. Mereka melakukan aktivitas seperti warga Sampit pada umumnya.

Pola relasi antara orang Madura dan warga sekitar kembali seperti ketika konflik belum terjadi. Banyak yang sudah memerbaiki rumahnya yang hancur akibat konflik kala itu. Bahkan, mereka terlihat akrab dengan warga Sampit lainnya.

Saat saya mencari rumah Ibu Endang di Sampit, warga yang ditanya terlihat ramah. Meski saat itu saya mengatakan bahwa saya orang Madura. Bahkan, orang itu mengantar sampai ke rumah Ibu Endang.

Suasana seperti dulu, tampak terlihat saat mengunjungi pasar PPM (Pusat Perbelanjaan Mentaya). Di pasar ini banyak orang Madura berjualan. Mereka sudah berani mengaku bahwa mereka berasal dari Madura ketika ditanya saat berjualan di pasar. Begitu juga dengan warga Sampit lainnya tidak takut lagi ketika membeli barang dari orang Madura.

Kondisi ini sungguh berbeda dengan suasana dua tahun lalu ketika saya mengunjungi Sampit. Ketika itu suasana masih tegang dan masih banyak kecurigaan-kecurigaan dari warga Sampit kepada orang Madura yang baru kembali. Saat itu orang Madura yang berjualan di pasar belum mau mengaku bahwa mereka orang Madura. Mereka juga ketakutan bila ditanyakan tempat tinggalnya oleh orang yang belum dikenal.

Ketika itu orang Madura di sana mengeluh pembeli sepi. Alasannya pun tak wajar, warga Sampit takut kalau dagangan yang dijual orang Madura diberi racun dan takut orang Madura akan membalas dendam kepada mereka.

Itu dua tahun lalu. Kini tingkat penerimaan warga sudah meningkat. Hal itu atak lepas karena prilaku orang Madura di sana sudah berubah. Menurut H Rahmawati anggota Komisi A DPRD Sampit, Sekarang orang Madura lebih menjaga tingkah lakunya dibanding dulu. "Jadi, kini mereka bisa di terima masyarakat sekitar. Kalau dulu mereka sering seenaknya dan terkadang mau menang sendiri," katanya.

Dia mengimbau, perubahan sikap itu harus tetap dijaga. Itu agar suasana yang kondusif terjaga dan tidak menimbulkan bibit-bibit permusuhan di antara orang Madura dan Dayak.

Menurut Tajuddin Nor, staf di Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sampit, warga Sampit yang berasal dari Madura sudah banyak yang kembali. "Orang Madura yang sudah kembali ke Sampit sekitar 70 sampai 80 persen," ungkapnya.

Mereka kembali ke rumahnya yang dulu didiami sebelum konflik terjadi. Namun, ada juga yang mengontrak. Ini biasanya orang Madura yang tidak punya rumah atau yang enggan memerbaiki rumahnya yang rusak akibat konflik.

"Rata-rata orang Madura itu kembali ke rumahnya yang dulu. Yang mengontrak sedikit sekali," terang Tajuddin.

Untuk pengurusan surat-surat, seperti kartu tanda penduduk (KTP) maupun surat lainnya sudah tidak ada diskriminasi lagi antara warga Sampit yang bersuku Madura maupun warga yang bukan bersuku Madura. Menurut Desmiyanto, pegawai di Kelurahan Sawahan, sejak ada perda penanganan etnis Madura tahun 2006 lalu, orang-orang Madura sudah bisa bikin KTP sama seperti warga lainnya.

"Sebelum ada perda itu, orang Madura hanya bisa membuat KTP sementara yang berlaku hanya tiga bulan. KTP itu harus diperpanjang bila berniat untuk tinggal," kata pria yang sejak 1998 sudah menjadi ketua RT 14 RW X Sawahan ini.

Begitu juga pembedaan atau pemisahan antara suku Madura dengan suku lain tidak ada lagi. Menurut Desmiyanto, sejak 2006 ada program pembauran antarakar rumput yang difasilitasi oleh pemerintah daerah setempat. "Itu terus menerus dilakukan sampai sekarang," tegasnya.

Dia cerita, orang Madura yang baru kembali ke Sampit, biasanya, mengontrak atau menginap di musala. Mereka sambil lalu memerbaiki rumah mereka yang rusak.

Untuk proses diterima ataupun ditolaknya orang Madura bergantung masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. "Orang Madura yang kembali itu bisa diterima, asalkan dulu tidak bermasalah sebelum konflik. Yang menyaring mereka kembali adalah lingkungan sekitar. Kalau dulu tidak ada masalah, biasanya mereka akan diterima secara baik" terangnya.

Beraneka ragam pekerjaan yang digeluti orang Madura di Sampit. Mulai jadi pedagang di pasar, tukang bangunan, sampai petani. Bahkan, ada yang sudah diterima menjadi pegawai negeri sipil (PNS), baik sebagai guru ataupun staf di kantor-kantor pemerintahan.

Menurut orang Madura yang sudah kembali ke Sampit, kini warga sudah tidak mudah terpancing emosi. Itu terbukti ketika ada pembunuhan yang terjadi di Sampit pada pertengahan Desember 2007 lalu. Isu yang dihembuskan, ada orang Madura membunuh orang Dayak karena ingin membalas dendam. Suasana saat itu agak tegang, tapi tidak sampai menimbulkan konflik.

Aparat keamanan cepat bertindak untuk mengusut kasus tersebut. Petugas kemudian menjelaskan bahwa motif pembunuhan itu murni tindakan kriminal. Pemicunya, pelaku jengkel upahnya yang enam bulan belum dibayar oleh majikannya.

Berita ini juga dimuat di harian Kalteng Pos yang beredar di Kalimantan Tengah. Sehingga masyarakat dengan segera mengetahui persoalan yang sebenarnya.

Dirikan TPA, Sarana untuk Mengakrabkan Diri

Orang asal Madura di Sampit kini sudah bisa berbaur lagi. Mereka tak hanya bisa mencari nafkah, juga aktif dalam kegiatan pendidikan dan sosial.

Mengajar anak-anak. Itu salah satu yang dilakukan orang Madura yang kini hidup di Sampit. Seperti yang dilakukan Endang Zaitun dan Siti Rahmatun.

Ibu Endang-begitu biasanya Endang Zaitun dipanggil-bersama dengan suaminya mengelola sebuah taman pendidikan Alquran (TPA) di Desa Ketapang. Kegiatan TPA dimulai setelah salat magrib sampai setelah isa (17.30-20.00 WIB). Muridnya 80 anak lebih, yang berasal dari berbagai suku atau etnis yang ada di Sampit. Selain mengelola TPA, pasutri ini membuka les untuk anak-anak SD di sana.

Guru yang mengajar TPA maupun les sebanyak tujuh orang. Mereka juga berasal dari suku yang berbeda. "Walaupun para guru di sini berbeda suku, tapi akrab. Kami juga mendiskusikan masalah- masalah yang ada di TPA secara bersama-sama," ujar Endang yang ditemui di sela-sela mengajar.

Selain mengajar mengaji dan les, Endang juga melatih rebana dan hadrah, kesenian khas benuansa Islam yang sangat terkenal di Kalimantan, kepada para murid-muridnya. Juga ada pelajaran pidato dan azan.

Hasil dari latihan itu cukup memuaskan. Murid-murid Ibu Endang pernah menang dalam beberapa lomba yang diadakan di Kabupaten Kota Waringin Timur. Prestasi ini semakin memacu dia dan guru-guru lainnya untuk mengajar murid-muridnya lebih baik.

Pada awalnya Endang dan suaminya hanya berniat mengajar mengaji pada anak-anak di sekitar rumahnya. Itu karena di sekitar rumahnya belum ada guru ngaji. Tapi dalam perkembangannya, ada beberapa anak yang gemar hadrah dan rebana. Kemudan muncul ide mengagar hadrah dan rabana itu.

Selain itu, sebagian muridnya pandai pidato dan azan. Latihan pidato dan azan pun dialukan rutin tiap hari Jumat.

Semakin lama, ternyata semakin banyak anak yang mengaji di rumahnya. Endang pun cukup kewalahan mengajar, meski telah dibantu suami dan anaknya. Karena itu, kemudian dia mencari orang yang bersedia membantunya mengajar mengaji di rumahnya. "Sekarang sudah ada tujuh orang," ujar Endang.

Ide mendirikan TPA ini, selain memang di kampungnya tidak ada TPA, untuk wahana mengakrabkan diri dengan warga sekitar setelah konflik terjadi. Sebab, kata Endang, saat dia kembali warga Sampit belum seramah sekarang. Masih ada kecurigaan-kecurigaan kepada orang Madura yang baru kembali. "Saya kembali ke Sampit pada Agustus 2004. Saat itu semuanya masih cuek. Mungkin mereka masih takut dengan orang Madura," katanya.

Dia yakin, anak-anak tidak memiliki rasa benci dan curiga kepada orang Madura. Sehingga, ide untuk mendirikan TPA itu muncul. Meski pada awalnya murid yang mengaji di TPA-nya hanya 10 anak, Endang dan suaminya tetap bersemangat mengajar. "Kami senang anak-anak bisa tertawa bersama, bercanda bersama tanpa ada rasa curiga sama sekali," ungkap Endang.

Dari ide pendirian TPA itu, kini Endang dipercaya sebagai ketua kelompok pengajian di daerahnya. Dia pun akrab dengan tetangganya.

Endang sekarang sudah menjadi PNS. Dia mengajar di SDN IV Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru.

Tidak berbeda jauh dengan Endang, Siti Rahmatun juga jadi PNS guru di SDN II Sumber Makmur, Mentaya Hilir Utara. Dia kembali ke Sampit pada 2005. Saat itu dia masih merasa waswas dan takut. Apalagi, dia tidak langsung kembali ke tempat tinggalnya yang dulu, karena rumahnya sudah hancur.

"Tetangga saya yang dulu (ketika Siti Rahmatun baru kembali) tidak ramah dan cuek. Mungkin karena saya orang baru di lingkungan Sawahan," kata Atun- panggilan akrab Siti Rahmatun .

Tapi, kini dia sudah menjadi bagian dari warga Sawahan. Dia aktif ikut pengajian dan arisan PKK. Kegiatan tersebut bikin Atun lebih akrab tetangganya. Bahkan, dia menikah dengan warga Sampit. (*/mat)

Sumber: Jawa Pos, 16/04/08 dan 17/04/08

Label: , , ,

49 Komentar:

Pada 6 Maret 2009 15.13 , Blogger Ismail Tompo mengatakan...

ass. wr.wb
salam super
saya ingin menwarkan kerjasama untuk menjadi distributor buku mengaji kilat saya yang sangat spektakuler dan dapat membuat kita bisa mengaji dalam waktu 30 hari sj.
harga awal 30 ribu saudara dapat diskon 40%, bisa akses ke http://www.foslamic.blogspot.com
kalau saudara berminat hub. saya di 085242795822 atas nm ismail
sistem bukan konsinyasi, tapi pembelian langsung. Buku kami adalah buku laris dimks, sudah terjual 20 ribu ex dalam setahun
makasih

 
Pada 29 Mei 2010 12.58 , Anonymous Intan mengatakan...

alhamdulillah...ternyata sudah kembali ke sediakala... :)

 
Pada 4 Juni 2013 22.51 , Blogger Zainal Abidin mengatakan...

saya juga berharap seluruh kaum etnis madura selalu menjaga tingkah lakunya dimanapun berada.

 
Pada 9 Oktober 2013 21.46 , Blogger mama wulanzalfa mengatakan...

AlkhamduliLLAH kalau begitu...dimana bumi di pijak di situ langit dijunjung...selagi masih di bumi ALLAH berbuatlah yang bermanfaat....

 
Pada 13 Oktober 2013 15.36 , Anonymous abe mengatakan...

Sayang sekali..damaii aandai bisa terullllllang lagi...seperti 2001 itu..,dulu masih kecil ..skrang sudah gede..mau ikkuut me-ngayau..,,membasmi penyakit dari pulau sebrang. Sana...,agar tau apa itu adat...!!!

 
Pada 13 Desember 2013 20.41 , Blogger joy Enk mengatakan...

Mantap......damai selalu indonesiaku....pulau borneo memang mantap...saya orang jakarta sangat mengagumi pulau borneo.

 
Pada 12 Mei 2014 18.35 , Blogger heru budiawan mengatakan...

Bornei selalu di hata..by Jawa.

 
Pada 2 Agustus 2014 00.48 , Anonymous Anonim mengatakan...

tapi ,bagaimana dengan anjing2 madura yang dijakarta ,mereka semua masih arogan ,dan tak tahu sopan santun ,apa musti di potong lagi kepalanya , baru mereka mengerti/...tolong dong kasih penjelasan...

 
Pada 24 September 2014 21.31 , Anonymous Anonim mengatakan...

orang madura emang bagusnya di mutilasi aja ,,,abis di usir juga gak mau pergi,,,,alasannya tanah tuhan.,,,anjing2 madura emang gak ada otaknya.....sialan.....

 
Pada 30 Oktober 2014 22.34 , Anonymous Anonim mengatakan...

Perdamaian akan bertahan sampai kapan?. Pasti akan terulang lagi!, dan penyebabnya pasti suku madura. Penyebabnya adalah karena watak dan karakter suku madura itu sendiri yang tidak akan pernah bisa berubah. Lebih baik suku madura mencari pulau lain selain Kalimantan.

 
Pada 22 November 2014 08.51 , Blogger ghofur abdul mengatakan...

sebenernya udah gak jaman lagi yg namanya kekerasan.
dimana kah letak semboyan kita " BHINEKA TUNGGAL IKA", terus dimanakah letak silah ketiga " PERSATUAN INDONESIA ", jd semuanya jangan mendiskriminasi suku, agama dan budaya.
kita harus bersatu untuk membangun indonesia di mata dunia.
MERDEKA...!!!

 
Pada 22 November 2014 14.05 , Anonymous vio mengatakan...

Kayak madura tuh gak bsa berubah di surabaya jg warga madura jg banyak membuat masalah dengan tingkahnya yg gak punya sopan santun...

 
Pada 13 April 2015 14.42 , Anonymous Anonim mengatakan...

Sungguh ironis bila satu bangsa saling bertikai. Kekerasan bukan saja melanggar norma agama,pun membuat keindahan dan kedamaian menjadi luntur. Suku madura yg berwatak keras adalah warisan dari Belanda yg mana mengadu domba diantara mereka sehingga seringlah terjadi pertikaian dari golongan mereka sendiri.
Namun, kondisi itu akan cepat berubah seiring dengan perkembangan jaman dan intelektual mereka. Dimanapun dan sampai kapanpun jati diri manusia adalah ingin hidup damai rukun dan bertoleransi antar satu sama lain. Karena,sejatinya manusia diciptakan Allah SWT untuk saling menjaga satu sama lain. Semoga kedamaian ini selalu terjaga sampai kapanpun. Dan bangsa indonesia bisa mengejar ketertinggalan dari bangsa2 lain yg lebih maju peradabannya.

 
Pada 22 April 2015 22.14 , Blogger alvin mengatakan...

Madura di mana2 selalu berbuat kejahatan mulai begal sampai rampok.mau nya menang sendiri.dasar babi

 
Pada 20 Mei 2015 19.41 , Anonymous Anonim mengatakan...

Gak semua org Madura jahat, suku lainnya pasti jga ada yg brbuat jahat. Ok . Org madura merantau hnya untk mncari nafkah. Gk ada yg pngangguran sprti suku lainnya.

 
Pada 27 Mei 2015 20.38 , Blogger mahfud bahri mengatakan...

Sebagai org madura saya kagum sama mefeka,tabah tekun dan ulet…kita punya banyak ketrampilan,keahlian disegal bidang,perlu kit amalkan,karena menurut pengalaman yg saya amati,saya sekarang sedang berada di kalteng,bahwa masyarakat kalimantan pada umumnya kurang mengeksploitasi lingkunganya,sehingga banyak lahan tdk dimanfaatkan,dengan kedatangan orang madura yang membawa keahlian disegala bidang akan membuka peluang usaha yg kreatif,dan akan memawa kemajuan serta mdnambah pe dapatan asli setempat,,

 
Pada 13 Juni 2015 22.22 , Anonymous Anonim mengatakan...

Benar sekali apa yg dikatakan kacung mahfud bahri bahwa org madura mempunyai keahlian disegala bidang: bidang mencuri, bidang merampok, bidang mengambil lahan dan tanah orang, bidang menipu dll. Pengin sekali tahu dimana ya kira2 tempat/lingkungan yg sodara maksud? Makanya di kalimantan (Barat, Selatan, Tengah, Timur), Ambon, Jakarta, Surabaya selalu dibikin rusuh akibat keahlian di segala bidang ini. Ada kata2 bijak yg patut utk direnungkan :
ORANG YG MERENDAHKAN DIRI AKAN DITINGGIKAN OLEH TUHAN
ORANG YG MENINGGIKAN DIRI (MERASA SUKU PALING JAGOAN DI MUKA BUMI) AKAN DIRENDAHKAN OLEH TUHAN

 
Pada 22 Juni 2015 00.57 , Anonymous Tama mengatakan...

Sampit adalah daerah kelahiran saya, daerah dimana saya diberikan pendidikan dan dibesarkan, salah satu daerah di kalimantan tengah ini yang pada dasarnya menjunjung tinggi perdamaian dan persatuan. Namun, perlu diingat saudaraku, bahwa dimana pun kita berada tempatkan lah diri seperti seharusnya. Untuk itu mari kita jaga kerukunan bersama, saling menghargai, saling menghormati, saling menjaga perdamaian.

Semoga tragedi yang tidak menyenangkan dimasa lalu tidak terulang kembali, karna kita satu bangsa dan satu negara. Kita berbeda tapi tetap satu jua.

Salam,
Tama (Sampit, Ketapang)

 
Pada 28 Juli 2015 19.55 , Anonymous Anonim mengatakan...

Alhamdulilah..semoga orang madura tetap pintar dan punya etika..semoga perilaku mereka bisa terus baik, walaupun perilaku negatif sudah mendarah daging dalam setiap keturunan madura..maju terua madura, semoga tambah cerdas!..

 
Pada 10 Agustus 2015 22.59 , Blogger Dimast Fiqih mengatakan...

cluritmu tak sekuat mentalku, kau jual aku beli,kau minta aku beru, saya putra sulawesi, diam tapi berbisa, pesan bimbing sukumu, di atas langit masih ada langit,,,,

 
Pada 30 September 2015 05.30 , Anonymous Anonim mengatakan...

Iaa org madura pandai mencari nafkah.saya suka dia bekerja di rumah saya sebagai babu piring bersih rumah rapi

 
Pada 27 Oktober 2015 00.15 , Anonymous Anonim mengatakan...

"… mungkin mereka masih takut dengan orang madura …"

Sesombing itukah orang madura ?

Ingat bung, yg dibatai disana siapa ?

Ayolah jangan gitu, masih saja merasa jagoan,,,

Saya sering ke sampit, orang madura disana gk berani lagi petantang petenteng, mulutnya juga udh gk koar-koar kayak dulu lagi,,,

Gk cuma di sampit, di kota dan kalimantan lainnya (kalsel khsusnya) orang madura udh mulai jaga sikap,,,

Soalnya mereka tau jagoan sebenarnya adalah mereka yg "diam",,,

Dalam ilmu bela diri juga sering sekali orang yg terlihat jagoan ternyata kalah duel dengan orang yg kalem terlihat lemah,,,

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung,,,

Seluruh Dunia juga tau siapa yg mulai duluan,,,




 
Pada 29 Februari 2016 11.49 , Blogger Unknown mengatakan...

Kemaren kakak ku di perkosa dan dibunuh orang madura, suaminya sedang kerja malam, korban bersama anak dirumah, kasian anaknya, dimana pelakunya adalah tukang bangunan rumahnya sendiri, sungguh gak tau terimakasih, untungnya kami dayak berbaik baik sangka, kami hanya mengangap kejadian itu sudah takdir tuhan,

 
Pada 29 Februari 2016 11.49 , Blogger vyqa aldistyana mengatakan...

Kemaren kakak ku di perkosa dan dibunuh orang madura, suaminya sedang kerja malam, korban bersama anak dirumah, kasian anaknya, dimana pelakunya adalah tukang bangunan rumahnya sendiri, sungguh gak tau terimakasih, untungnya kami dayak berbaik baik sangka, kami hanya mengangap kejadian itu sudah takdir tuhan,

 
Pada 1 Maret 2016 12.37 , Blogger Mayen teretan mengatakan...

Jgn sembarangan berkata sampean.
Lihat dulu dgn biji matamu itu, gunakan telinga sampean untuk mencari tau knp madura speeti itu, madura gk kan kasar klo tdak di kasari.
Suku madura emang watak nya keras, itu klo di sakiti dan mencari gara2 dgn nya.
klo org berbuat baik dgn madura, mka suguhan utama dari madura adalah sikap manis,lbih manis dri MADU
Namun sbalik nya klo org berbuat jahat pda madura, mka suguhan utama adalah DARAH
itu yg di maksud dgn kata MADURA.
Jgn seenak bilang kami anjing, agama islam...
Klo saja senjata kami tdak disita oleh polisi, karna politik warga daya, mka kepala kalian yg terpisah dari bdan nya.

 
Pada 1 Maret 2016 12.39 , Blogger Mayen teretan mengatakan...

Jgn sembarangan berkata sampean.
Lihat dulu dgn biji matamu itu, gunakan telinga sampean untuk mencari tau knp madura speeti itu, madura gk kan kasar klo tdak di kasari.
Suku madura emang watak nya keras, itu klo di sakiti dan mencari gara2 dgn nya.
klo org berbuat baik dgn madura, mka suguhan utama dari madura adalah sikap manis,lbih manis dri MADU
Namun sbalik nya klo org berbuat jahat pda madura, mka suguhan utama adalah DARAH
itu yg di maksud dgn kata MADURA.
Jgn seenak bilang kami anjing, agama islam...
Klo saja senjata kami tdak disita oleh polisi, karna politik warga daya, mka kepala kalian yg terpisah dari bdan nya.

 
Pada 2 April 2016 12.21 , Blogger febriana megapuspita mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

 
Pada 14 April 2016 19.28 , Blogger afif merkury mengatakan...

jaga budaya dayak sampit, agar kota sampit tidak direbut orang mdr lgiee

 
Pada 30 Mei 2016 06.32 , Blogger yusuf hasan mengatakan...

Yg ngerik tu jawa,keturunan majapahit,yg menguasai asia,klo kutai lebih ngerik lagi,kerajan pertama di indonesia,semua ilmu klo ada di kampung masing2 gk ad yg nandingin,mana ilmu dayak,coba bawa ke jawa,ya gk ad apa2 nya,,begitu pun ilmu jawa,klo bawa ke kalimantan gk mempan sama ilmu kalimantan,

 
Pada 29 Juni 2016 04.03 , Blogger Santai Aje mengatakan...

Udah itu tanahnya lo akuin ya, setelah pemilik tanah nunjukin surat tanah ama lo, lo bakalan jwb, anda punya surat, saya punya tanah sambil megang celurit, gitu ya, ide lo gila udah basi, gak ada lagi yg percaya, lo liat daerah sambas, udah di haramkan madura tinggal di sana ..

 
Pada 29 Juni 2016 04.09 , Blogger Santai Aje mengatakan...

Lo gak ada baiknya bro, di kalbar lo 12 kali buat masalah, 12 kali juga lo selesai di hajar, kalo di tanya siapa mulai, pasti madura, entah itu pemerkosaan, pembunuhan, atau pencurian, jgn cuma ngomong buktikan kalo msih pengen nyawa lo ilang ..
Gak usah bacot doank di gedein ..

 
Pada 29 Juni 2016 04.12 , Blogger Santai Aje mengatakan...

Udah salah masih aja lo ngeles ama sok jago, di belahan bumi nusantara semua pada ngeluh ama lo, sadar woy ..
Dimana bumi berpijak di situ langit di junjung, sekali lagi anda buat masalah di tanah borneo kami, di pastikan haram tanah kami di injak oleh suku anda, angkat kaki dari kalimantan, bukan cuma dayak yg bakalan ngamuk, tapi melayu juga ..

 
Pada 29 Juni 2016 04.13 , Blogger Santai Aje mengatakan...

Udah salah masih aja lo ngeles ama sok jago, di belahan bumi nusantara semua pada ngeluh ama lo, sadar woy ..
Dimana bumi berpijak di situ langit di junjung, sekali lagi anda buat masalah di tanah borneo kami, di pastikan haram tanah kami di injak oleh suku anda, angkat kaki dari kalimantan, bukan cuma dayak yg bakalan ngamuk, tapi melayu juga ..

 
Pada 29 Juni 2016 04.14 , Blogger Santai Aje mengatakan...

Udah itu tanahnya lo akuin ya, setelah pemilik tanah nunjukin surat tanah ama lo, lo bakalan jwb, anda punya surat, saya punya tanah sambil megang celurit, gitu ya, ide lo gila udah basi, gak ada lagi yg percaya, lo liat daerah sambas, udah di haramkan madura tinggal di sana ..

 
Pada 11 Juli 2016 09.40 , Blogger 柯云 mengatakan...

2016-07-11keyun
toms wedges
jordans for sale
cheap basketball shoes
burberry sale
coach outlet store online
oakley sunglasses wholesale
oakley vault
coach outlet store online clearances
kobe 8
louis vuitton handbags
giuseppe zanotti outlet
coach outlet online
adidas running shoes
kd 8
copy watches
nike roshe shoes
michael kors outlet online
vans sneakers
kate spade handbags
nike store
adidas yeezy
michael kors outlet clearance
red bottom shoes
marc jacobs outlet
louis vuitton bags
fitflop sandals
adidas nmd
oakley outlet
adidas factory outlet
ray ban sunglasses outlet
ralph lauren outlet
celine bags
adidas originals
cheap oakleys
michael kors outlet online
louis vuitton handbags
michael kors handbags
polo ralph lauren outlet
toms outlet

 
Pada 23 Juli 2016 12.49 , Anonymous Anonim mengatakan...

Jagoan : Cara keras,bodoh,penuh resiko,semua Org bisa asal punya kebodohan dan nekat untuk mati + tidak asik dan gk gaul. Rendah diri : Cerdas,aman,menunjukkan kepintaran dan kearifan ssorng dalam menghadapi masalah, gaul banyak teman,tidak beresiko,asik,melatih kesabaran dan sabar itu bukti kecerdasan bahwa segala urusan perlu pakai otak.

 
Pada 23 Juli 2016 13.11 , Anonymous Anonim mengatakan...

Salut buat penulis asal Madura ini.Untuk semua suku di Indonesia, sudah gak jaman LG jadi suku udik yg sok jagoan.semua Org bisa mati kok.otak dan hati dipakai bukannya celurit,Mandau,parang,atau pistol.

 
Pada 26 September 2016 12.36 , Anonymous Anonim mengatakan...

madura itu haram.suku setan,maling.jangan coba2 lu anjing madura bikin onar di betawi,gua congkel matalu nanti,buat empanan tikus got,dasar babi lu madura.

 
Pada 26 September 2016 12.37 , Anonymous Anonim mengatakan...

madura kontol.sini dateng lu ke priuk,gua gorok lu setan

 
Pada 6 Oktober 2016 09.42 , Blogger SUKARMAN MALAYSIA mengatakan...

SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259 ATAU KLIK SITUS DANA GAIB

 
Pada 7 Oktober 2016 13.17 , Blogger Gb Jkt mengatakan...

Dayak banci dan pengecut,anak anak kecil yg tidak mampu lari apalagi melawan di bantai juga dengan sadis.setelah memperkosa,membunuh dan menjarah puluhan ribu warga Madura dll,orang Dayak menyalahkan korban pembantaian sungguh biadab.

 
Pada 7 Oktober 2016 13.18 , Blogger Gb Jkt mengatakan...

Dayak banci dan pengecut,anak anak kecil yg tidak mampu lari apalagi melawan di bantai juga dengan sadis.setelah memperkosa,membunuh dan menjarah puluhan ribu warga Madura dll,orang Dayak menyalahkan korban pembantaian sungguh biadab.

 
Pada 18 Oktober 2016 01.27 , Blogger Unknown mengatakan...

Damai kita satu bangsa satu bahasa,bahasa Indonesia,

 
Pada 18 Oktober 2016 01.29 , Blogger Bagus eka setiawan mengatakan...

Dayak,madura tetap satu, MERDEKA

 
Pada 12 Januari 2017 13.46 , Blogger sid cianjur mengatakan...

Nyawa di bayar nyawa..
Hati2 lo orang dayak yg di jawa..
Orang madura beserta keturunan masih memantau kalian
Jadi sombongkanlah kalian sebagai suku dayak
Yang beraninya menyerang etnis madura 100:1
Kalian tidak pernah tau arti berterima kasih
Yang sudah membangun kota kalian
Di tunggu mandaunya melawan celurit
Kita buktikan
Lebih serem madura apa dayak
Salam

 
Pada 23 Januari 2017 12.43 , Blogger afi ajha mengatakan...

yang gak bersangkutan jangan ikut campur
nie bukan cari jagoan

 
Pada 2 Maret 2017 02.56 , Blogger Juwan the Batboy mengatakan...

wow...tapi bukan lebih bagus damai..Apakah kejadian sampit ga memberikan pelajaran..Kalau komen di mesos sih enak...tapi kalau kalian ada di sana bisa ga bayangin ?.Seram kan.dikelilingi org banyak pake celurit,bom mlotov,ama senpi..Pastii seram..hehe Assalamualikum.

 
Pada 2 Maret 2017 03.03 , Blogger Juwan the Batboy mengatakan...

Sabar..Nyebut..di kalimantan juga banyak madura..tp kan rukun aja...yg barusan org dayak dibunuh di banjarmasin kalimantan Selatan kita ga nuntut balas.Itu namanya kita masih menjunjung tinggi Bineka Tunggal Ika..salam

 
Pada 5 Maret 2017 09.48 , Blogger Unknown mengatakan...

Kenyataannya suku Madura emang suka bikin onar di daerah lain, cara bahasa yang kasar,mau menang sendiri, seluruh suku di Indonesia tidak akan bisa menerima suku Madura selama sifat mereka masih seperti binatang seperti sekarang.

 

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda