Menyimpang dari Kekekalan Energi

Soal Temuan PLTMG Djoko Pasiro

Penemuan pembangkit listrik tenaga mekanikal gravitasi (PLTMG) oleh Djoko Pasiro, 40, mulai menuai keraguan. Temuan itu dinilai menyimpang dari hukum kekekalan energi.

Salah satu yang meragukan temuan Djoko adalah M. Mahfud, pegiat dan peneliti bidang mesin dan elektro. Alasan Mahfud, dilihat dari kacamata ilmiah dan teori fisika, temuan Djoko tidak ada yang baru.

Alumni Fakultas Tehnik Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang 1988 itu menilai, ciptaan Djoko sebatas angan-angan tanpa ada penyebabnya. Padahal, seharusnya ada reaksi, ada aksi.

"Energi itu tidak bisa dibuat atau diciptakan, melainkan pemindahan energi menjadi energi yang dibutuhkan. Kalau tenaga gravitasi itu kan terkesan menciptakan energi," kata Mahfud saat ditemui koran ini kemarin.

Padahal, jelas pria asal Lumajang ini, energi gravitasi identik dengan energi potensial yang tidak mampu menghasilkan energi besar. "Meskipun bisa, tapi membutuhkan biaya besar. Bahkan lebih besar dari manfaatnya, karena kekuatannya terbatas," urainya.

Dijelaskan, temuan Djoko yang disebut tenaga gravitasi itu tidak ada bedanya dengan cara kerja jam dinding atau jam tangan yang tanpa menggunakan baterai. Tapi membutuhkan energi lain, yaitu per alias pelat atau beban untuk memutar jarum jam dan gandulan.

"Energi untuk memutar roda gila yang dikomparasikan terhadap gear perputaran rendah mencapai perputaran cepat, tetap membutuhkan energi untuk bisa memutar sampai 360 derajat," katanya.

Menurut Mahfud, meskipun tenaga mekanikal gravitasi yang disebut Djoko tidak membutuhkan BBM (bahan bakar minyak), perputaran tersebut tetap akan berhenti setelah mencapai titik seimbang. Dari titik seimbang itulah untuk memutar kembali mekanikal agar menghasilkan energi listrik juga membutuhkan energi lain.

"Kalau masih membutuhkan PLN atau tenaga manusia, ya sama saja bohong. Termasuk Nuklir, itu tidak lantas tenaga nuklir, melainkan berasal dari uranium," tandasnya.

Mahfud mengakui hasil kreatifitas Djoko perlu diacungi jempol dan diberi apresiasi khusus. "Tapi sayang, tidak didasari teori fisika sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah," katanya.

Sementara Djoko Pasiro mengaku temuannya tersebut berbeda dengan teori ilmiah fisika pada umumnya. Kata dia, PLTMG tidak sama dengan hukum kekekalan energi.

"Ini temuan energi baru. Jadi, mereka yang tidak paham tentang temuan saya pasti mengatakan seperti itu. Padahal, temuan ini tidak berdasarkan teori pada umumnya," kata Djoko.

Disinggung untuk mengembalikan energi saat mencapai titik seimbang, dia menjelaskan, justru titik seimbang itulah yang dijadikan energi baru, bahkan kekuatan menjadi dua kali lipat.

"Makanya, saya katakan ini temuan baru. Sebab, yang diketahui secara umum energi gravitasi itu terbatas. Namun, PLTMG ini tidak terbatas. Sehingga sebagian orang menilai menyimpang dari hukum kekekalan energi. Dan, memang ini tidak sesuai dengan teori tersebut," tandasnya.

Namun, Djoko enggan menjelaskan secara detail cara kerja, gaya, dan sifat energinya. Dia beralasan, mengantisipasi terjadi penjiplakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Saya tidak bisa menjelaskan sekarang. Setelah proses HAKI (hak atas kekayaan intelektual) mencapai titik akhir, saya siap menjelaskan secara ilmiah," tandasnya. (nam/mat)

Sumber: Jawa Pos, Sabtu, 07 Februari 2009

Label: , , , ,

17 Komentar:

Pada 12 Februari 2009 00.22 , Blogger Luky's Blog for Links mengatakan...

Menarik juga kreasi Dik Joko ini. Pasti setiap orang yang pernah belajar hukum konservasi energi akan berpikir demikian. so do I. Namun jika benar listrik diciptakan "hanya" dengan gravitasi, maka hukum kekekalan enegi menjadi tidak berlaku lagi. Berarti ilmuwan dunia kuarng pintar.
kalau tak pikir2 memang sulit mencerna ciptaan Dik Joko ini... Hemmm...
Saya juga khawatir nasib Dik Joko ini sama seperti si pencipta mesin tenaga air di Jawa Tengah beberapa tahun yl. Nyatanya Nol besar, nipu lagi. Tapi semoga Dik Joko tidak demikian. Saya nunggu Hakinya, Dik.

 
Pada 12 Februari 2009 03.29 , Blogger Udang Bakar mengatakan...

hmmm...jangan sampe tertipu lagi nih kita

 
Pada 15 Februari 2009 20.15 , Blogger haidar mengatakan...

Saya belum melihat bagaimana konsep dati pembangkit listrik ini. Kebenarannya cuma tinggal tunggu waktu

lihat juga blog saya tentang energi di sini

 
Pada 3 April 2010 19.21 , Anonymous Karno Giyantono mengatakan...

PUBLIKASI: Mengkoreksi Hukum Kekekalan Energi (energi bisa diciptakan dari energi lain yg kekal)

http://www.facebook.com/?ref=home#!/topic.php?uid=278053163439&topic=12803

http://www.facebook.com/topic.php?uid=26010104978&topic=16063

http://www.facebook.com/topic.php?uid=63517981784&topic=26265

http://www.facebook.com/topi...c.php?uid=119960025287&topic=13909

http://www.facebook.com/group.php?gid=169735865136#!/topic.php?uid=169735865136&topic=14195

http://www.facebook.com/group.php?gid=91758060443#!/topic.php?uid=91758060443&topic=21920

http://www.facebook.com/group.php?gid=68723202094#!/topic.php?uid=68723202094&topic=14243

http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&gid=63340295188#!/topic.php?uid=63340295188&topic=14149

 
Pada 3 April 2010 19.23 , Anonymous Karno Giyantono mengatakan...

Saya ingin mempublikasikan penemuan, bahwa ternyata energi bisa diciptakan dan bisa dimusnahkan. Hal ini mengkoreksi hukum kekekalan energi temuan james prescoot joule.

Kami sudah membuat dua paper. Paper pertama secara teori dan fakta pada alam serta secara matematis. Paper kedua berisi contoh alat dan desain alat tuk membuktikan penemuan kami.

Di dalam negeri sudah dipublikasikan ke Universita Negeri Jakarta, ke kepala departemen fisika UI dengan pak santoso, dan beberapa departemen sains & teknik di UI, dan ke ITB dengan prof. the houw liong. serta beberapa dosen teknik ke airan di Trisakti.

Sebagaian besar tidak mempercayai n mendukung. Kami sendiri sempat tak percaya namun kami nyakin karena di dunia ini ada zat yg bisa maha pencipta bukan maha pengkonversi..

1. hal yang pertama kali membuktikan hukum kekekalan energi adalah Tuhan. Ia adalah maha pencipta, bukan mengkonversi dari dirinya. dan teori bigbang teori penciptaan alam semesta
2. ilmu pengetahuan yang terbaru. Einstein meramalkan bahwa cahaya yang lewat medan gravitasi akan hilang sebagian energinya, hilang bukan karena dikonversi namun karena musnah. Teori bigbang, bahwa alam diciptakan dari ketiadaan oleh suatu ledakan dahsyat. Dan semua ini sudah terbukti.
3.secara teori. apakah energi gerak planet? ia dikonversi dari energi apa? sedangkan jika mobil-mobilan bergerak karena hasil konversi energi dari baterai.
4. contoh nyata pada alam. Lihat satelit jupiter yaitu IO, ia bisa menciptakan listrik. Dan lihat pasang surut air laut tak akan pernah habis selama masih ada gravitasi bulan dan matahari, dari pasang surut ini kita bisa membuat energi gerak lalu dikonversi ke energi listrik.
5. secara matematis. hitunglah hal berikut.
misal saya lempar apel besi dari planet bumi dengan energi awal 100.000 joule. lalu apel besi tersebut melayang keluar angkasa sampai tidak tersentuh gravitasi lagi. Hitung apakah benar total energi awal saat saya lemparkan sama dengan jumlah energi akhir saat apel tersebut sudah tidak tersentuh gravitasi lagi?
6. bisa dibuktikan secara eksperimen dengan sebuah magnet dan besi


dalam paper kedua kami sedang membuat alat tersebut, prototype Pembangkit Listrik Tenaga Kekal. Dengan alat ini tak akan menjadi bukti nyata. Dengan alat ini energi akan menjadi murah bahkan bisa gratis. Kami mempunyai sepuluh desain alat namun masih kami simpan dan hanya kami publikasikan dua dahulu.

penemuan kami bisa menyelamatkan umat manusia saat ini (saat minyak bumi akan habis). Dan saat masa depan (saat Matahari kehabisan bahan bakarnya atau hidrogen).

menurut data-data yang kami dapat minyak bumi akan habis dari dunia sekitar tahun 2030an atau 22 tahun dari sekarang (2008). Sehingga kami memprediksi dunia dan Indonesia akan terkena krisis dasyat sekitar 11 tahun lagi. Jika prediksi kami benar maka seiring itu harga minyak bumi dari tahun ke tahun akan terus melambung tinggi.

Namun jika kami gagal merakit alat tersebut, kami harap ada ilmuwan lain yang mau membuka ladang biodiesel di Indonesia, mulai dari sekarang.

Jika ada yang berminat atau tertarik, kami (saya dan dosen-dosen kami yang mendukung) bisa mempresentasikan penemuan kami.

was.wr.wb.

Karno Giyantono
Drs. C. E. Rustana, BSC (Hans, Ph.D)
Universitas Negeri Jakarta
karnogiyantono2007@yahoo.com
karno_giyantono@plasa.com
021-68626127

 
Pada 25 Agustus 2011 12.01 , Blogger GeoAstronomi Amateur mengatakan...

saya mendukung penemuan ini... terlepas masalah penyimpangan dari teori kekekalan energi yg jd kontroversi. Biarlah itu jadi kajian akademik. Toh kalau kenyataannya beda, berarti kita bisa menggugurkan teori kekekalan energi yang selama ini kita anut. Bukankah ada beberapa teori yg dulu dianut tp kini menjadi teori usang yang ternyata salah? janganlah tabu "me-recall" teori mapan. Toh Iptek terus berjalan dan berubah.

 
Pada 22 Mei 2015 13.55 , Blogger mahfud bahri mengatakan...

Jika benar pembangkitlistrik tenaga mekanikal grafitasi(pltmg) penemuan joko pasiro,yang katanya tanpa bbm,tentu pemerintah jokowi tidak perlu repot menaikkan harga bbm,dan tentu seluruh pembangkit listrik di Indonesia digantikan mesin temuan joko,tapi kenyataanya tidak,karena mesin temuan joko itu rekayasa yang tidak ilmiah,tanpa dasar ilmu teknik.

 
Pada 22 Mei 2015 15.14 , Blogger mahfud bahri mengatakan...

Teman-teman jangan bermimpi melawan hukum kekekalan energi,akan buang-buang waktu,hanya Alloh yang bisa menciptakan energi,manusia hanya bisa mengubahnya dari energi satu ke bentuk energi yang lain,tentu saja pandangan sy kontroversial dgn penemuan joko pasiro yg menghebohkan kota Pamekasan yg mula-mula lewat salah satu radio swasta,radar madura,madura channel dan Jtv.Banyak masyarakat berpandangan,bahwa penemuan itu hebat,brilian,bahkan pak bupati kepincut melihat hasil karya Joko,denganmemberikan semacam hadiah uang tunai,setelah sy mendengar,barulah sy sadar bahwa penemuan itu adalah imposible,karna menyimpang dari hukum kekekalan energi,disini Joko bisa menciptakan energi,rekayasa apapun apabila menyimpang dari hukum alam hasilny imposible,semua hasil rekayasa teknologi dari yang sederhana sampai yg tercanggih tak ada satupun yg menyimpang dari hukum alam.Agar langkah kita efektif,kita harus berjalan diatas rel hukum alam untuk merekayasa isi alam semesta.Insyaalloh sukses.bukankah Alloh menyeru kita berpikir dengan akal sehat.

 
Pada 22 Mei 2015 15.14 , Blogger mahfud bahri mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

 
Pada 22 Mei 2015 15.14 , Blogger mahfud bahri mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

 
Pada 8 September 2015 16.24 , Blogger Heri Purnomo mengatakan...

Kalau memang penemuan pak Joko Pasiro ini benar, mungkin juga tidak melawan dari hukum kekekalan energi tetapi beliau berhasil memanfaatkan energi yang ada yaitu gravitasi secara optimal yang mana selama ini orang masih belum menemukannya...kita nggak perlu melemahkannya dengan ilmu yang kita dapat dari sekolah mestinya kita justru harus mendukung, kita butuh orang-orang kreatif seperti beliau toh beliau juga sudah berjanji kalau beliau akan memapaparkan secara ilmiah apabila hak patennya sudah beliau dapat. Tetap semangat pak Joko! Jangan hiraukan orang-orang pinter yang suka komen-komen negatif...

 
Pada 21 September 2015 12.19 , Anonymous Anonim mengatakan...

terus berkarya..tak ada yang tak mungkin..hanya pengetahuan kita saja yang masih terbatas..

 
Pada 2 November 2015 19.52 , Anonymous Anonim mengatakan...

maaf pak mahfud bahri ..kalau boleh saya mau tanya..benda berat yang jatuh kebawah menuju pusat bumi..itu melanggar hukum kekekalan energi apa tidak?....misal benda yang jatuh 5 k9 di kaitkan kekatrol dan dapat mengankat benda lain seberat 4,5 kg, apakah itu artinya dia punya energi sebesar 4,5 kg atau dia menciptakan energi 4,5 kg??...planet2 memutari pusatnya secara terus menerus apakah itu melanggar hukum kekekalan energi..satu lagi ..andai ada yang bisa menirukan gerak planet dalam bentuk roda dan bisa bergerak terus menerus dan bertenaga sesuai dengan pemberat2 di dalamnya di atur oleh mekanik ( pemberat di umpamakan planet) apakah bisa juga di katakan melanggar hukum fisika??

 
Pada 21 Februari 2016 22.43 , Blogger Unknown mengatakan...

Heeeem... boleh juga

 
Pada 21 Februari 2016 22.44 , Blogger Kampung coklat mengatakan...

Heeeem... boleh juga

 
Pada 8 Oktober 2017 19.45 , Blogger Mahfud Mk mengatakan...

Coba pak Heri Purnomo fahami betul hk kekekalan energi dan pengetrapanya di lapangan. Semua inovasi teknologi mekanik yang berhubungan dengan energi tidak pernah mengabaikan hk kekekalan energi. Penemuan Joko Pasiro itu rekayasa untuk mencari sensasi saja. Mesin itu tidak pernah dibuktikan dimuka umum. Yang katanya sekali dihidupkan selamanya hidup terus. Memangnya yang memutar mesin itu pakai jasa jin. Setan atau semut.

 
Pada 8 Oktober 2017 20.54 , Blogger Mahfud Mk mengatakan...

Juga bpk yg tidak mau disebutkan namanya. Ttg batu yg dijatuhkan menuju perut bumi. Juga gerak planet diangkasa. Coba fahami hk Newton I. II dan III. Termasuk apel yg dilemparkan keluar dari pengaruh grafitasi bumi. Itu semua bisa dihitung dgn ilmu fisika. Semuanya itu tidak ada yg menyimpang dari hk fisika PakAnonim.

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda