Djoko Pasiro,
Sang Penemu Listrik Tenaga Gravitasi (2-Habis)

Buat Helikopter dari Mesin Vespa, Tekuni Filosofi Einstein

Djoko Pasiro tidak pernah puas dengan suatu karya. Dia tidak hanya bereksperimen tenaga listrik tenaga gravitasi saja. Ada banyak karya lain yang pernah dan sedang dikembangkan. Apa saja?

BAGI orang yang baru kali pertama bertemu, Djoko terkesan kurang meyakinkan. Namun, ketika dia mulai bicara soal sebuah temuan dan karya berbasis teknologi, kemampuan dan kelebihannya mulai tampak.

Begitu pula kesan pertama saat Djoko bertemu Bupati Pamekasan Kholilurrahman pada Senin 2 Februari lalu. Penampilannya yang kalem dan sederhana sempat membuat sejumlah wartawan melihat sebelah mata. Namun, itu tidak berlangsung lama.

Ketika bapak dua anak itu mulai mengenalkan temuannya, dia terlihat meyakinkan. Djoko juga tidak segan untuk menjelaskan dengan bahasa teori yang ilmiah. Seperti dengan penjelasan yang sedikit berbau fisika.

Bahkan, dia juga tak segan berbicara secara teoritik tekstual. Sejumlah wartawan sampai kebingungan sendiri saat Djoko menjelaskan temuannya itu. "Sedikit banyak saya tahu rumus-rumus fisika modern, " ujarnya sambil melirik bupati.

Dari penjelasannya kepada wartawan, Djoko mengaku tidak hanya mengembangkan tenaga listrik gravitasi. Dia juga tengah dan akan terus mengembangkan sejumlah temuan. Misalnya, pembuatan kompor tanpa BBM (bahan bakar minyak), mobil listrik, micro helikopter hingga kapal layang.

Namun, dari sekian garapannya Djoko masih konsentrasi pada pengembangan penemuan energi listrik tenaga grativitasi. "Lainnya hanya bersifat pengembangan. Semua itu sudah pernah uji coba dan hanya bergantung kepada modal saja. Kalau punya modal, kapan saja bisa buat, " terangnya.

Pembuatan kompor tanpa BBM, misalnya. Menurut Djoko, cara kerjanya sangat sederhanya, mirip-mirip dengan energi listrik tenaga gravitasi. "Secara prinsip hampir sama, yakni mengandalkan kumparan untuk mengubah energi listrik menjadi energi panas, " katanya.

Sedangkan mobil listrik, micro helikopter, dan kapal layang diakui juga sudah pernah diujicobakan. "Untuk mobil listrik yang pernah kerjasama dengan salah satu STM di Sampang itu. Begitu juga helikopter. Ini juga sudah pernah uji coba di Batuan, Sumenep, dua tahun lalu, " ungkapnya.

Ditanya secara mendalam tentang cara kerja micro helikopter, Djoko secara gamblang memberikan penjelasan. Menurut dia, pembuatannya memang cukup rumit. Sebab, harus menggunakan rotor khusus yang fleksibel.

"Helikopter itu kan kekuatannya pada rotor. Rotor yang bisa mengangkat badan, membelokkan bodi, dan maju mundur maupun turun naik, " terangnya.

Untuk bisa membuat micro helikopter, Djoko mengaku hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 5 juta. Itu digunakan untuk membeli mesin vespa baru, membuat baling-baling dari baja, kerangka dari besi khusus cor-coran, maupun panel. "Tapi, itu di luar biaya kerja lho, " katanya lalu tersenyum.

Apa yang mendasari Djoko bisa bereksperimen tentang teknologi? Menurutnya, teknologi bisa ditemukan dan dikembangkan sesuai kemampuan manusia. Itu bergantung kepada kemauan dan kerja keras dari masing-masing pribadi.

"Saya percaya semua upaya pasti akan menghasilkan sesuatu. Termasuk, dalam hal teknologi. Einstein (Albert Einstein,Red) saja sukses setelah gagal, tetapi terus berusaha, " ujarnya.

Djoko menambahkan, untuk pengembangan teknologi juga dibutuhkan biaya besar. Selain itu, diperlukan keseriusan untuk mengembangkannya. "Saya saja, biaya eksperimen itu tidak langsung dalam jumlah besar. Saya kumpulkan uang hasil servis bertahun-tahun baru sukses kembangkan energi listrik tenaga gravitasi," pungkasnya. (AKHMADI YASID)

Sumber: Jawa Pos, Kamis, 05 Februari 2009

Label: , , , ,

1 Komentar:

Pada 1 Juni 2015 04.36 , Blogger mahfud bahri mengatakan...

Jarang sayajumpai orang sepetiPak Joko,kreatif penuh semangat analisis,selalu ingin tahu mencoba dan mencoba,tekun experimen.di Maduramungkin hanya Pak Joko lah yang paling kreatif,beberapaexperimenya yang sayaikuti dari media cukup banyak,tentu saja memerlukan dana yangbesar.Kreatifitas seperti Pak Joko apabila ditanggung sendiri tentu akanterasa berat,lebih2 masalah financial,waktu memerlukan koordinasi yang profesional,managemen yang baik akan mendukung sukses tidaknya experimen.Yangpaling penting penasehat,kalau istilah kampus adalah Dosen Pembimbing,agar supaya dalam berkreafitas selaluberada diatas rel hukum2 alam yang berlaku terhadap experimenya,misalnya Pak Habibi menemukan rancangan sayap pesawat terbang yang canggih waktu itu,sehingga pesawat siluman Amerika serikatpun memakkai hak patenya,itu tidak terlepas dari berlakunya hukum Bernouli yang mengendalikan,secara ilmu fisika bisa dihitung kelebihandankekuranganya.dari situlahkita bisa merekayasa menurut keinginankita yang menguntungkan bagi kehidupan…Experimen yang berjalan diatas rel hukum alam,akan mengefisienkan langkah kita,agar kita tidak berpikir teknik liar(imposible),agar kita tidak sesat teknik,penasehat experimen sangat diperlukan.Memang ada penemuan yang secara kebetulan,yaitu Thomas Edison,tapi setelah dibahas penemuan itu tidak menyimpang dari hukum alam,karena seandainya menyimpang penemuan itu tidak akan pernah terjadi.semoga sukses,.

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda