Pasca Jembatan Suramadu Kurang Greget

Meski Jembatan Suramadu hampir rampung, dan dalam hitungan bulan Madura akan diserbu investor, persiapan pasca megaproyek ini ternyata kurang greget. Yang ada selama ini hanya sering dilakukan seminar, dialog, atau lokakarya, baik di Bangkalan maupun di daerah lainnya di Madura maupun di Surabaya. Tetapi, persiapan secara konkret belum terlihat secara nyata.

Pemkab Bangkalan tidak bisa melangkah sendiri untuk menata wilayah di sekitar jembatan meski pasca Suramadu kota Salak ini sudah pasti menerima dampaknya. Daerah ini harus menggandeng tiga daerah lainnya di Madura (Sampang, Pamekasan, dan Sumenep) untuk ikut menata karena pembangunan Madura bukan hanya di Bangkalan, tetapi juga tiga daerah tersebut.

Pun, penataan wilayah di Bangkalan harus disinergikan dengan Surabaya karena di dua daerah inilah kaki jembatan ditancapkan. Penataan wilayah di sekitar Jembatan Suramadu harus melibatkan dua daerah ini.

“Untuk membuat RUTR kawasan sekitar Suramadu, tidak bisa dilakukan sendiri oleh Bangkalan. Harus melibatkan Surabaya . Di sini peran dari Pemprop Jatim untuk membuat RUTR kawasan Suramadu,” kata Kepala Bappeda Bangkalan, Drs Mohni, MM.

Beberapa waktu lalu Bangkalan sudah mencoba membikin RUTR untuk kawasan sekitar Suramadu sisi Madura, namun rencana itu dihentikan. “Apalagi nantinya yang akan menangani kawasan sekitar Suramadu langsung pemerintah pusat melalui BPWS (Badan Pelaksana Kawasan Suramadu),” ujarnya.

Namun, permasalahannya, pembentukan BPWS melalui keputusan presiden ini sampai sekarang belum jelas keberadaannya. “Bangkalan dan Surabaya kini sama-sama menunggu dari pemerintah pusat dan propinsi berkaitan dengan pengelolaan kawasan Suramadu,” kata Mohni.

Meski begitu, Pemkab Bangkalan sudah membuat RUTRK (Rencana Umum Tata Ruang Kecamatan). Semua kecamatan di daerah Bangkalan sudah ada perencanaan peruntukan wilayah, termasuk kecamatan di sekitar kawasan Suramadu, yakni kecamatan Labang, Tragah, Burneh, Kamal, Bangkalan, dan Kwanyar.

“Antisipasi untuk perkembangan pembangunan Bangkalan pasca Suramadu, kita lakukan. Namun Bangkalan akan tetap mengikuti keputasan dari pemerintah pusat terkait pengemangan kawasan Suramadu. Keterlibatan daerah Bangkalan termasuk Surabaya , sampai sekarang masih belum,” ungkapnya (KASIONO)

Sumber: Surabaya Post, KASIONO