M Said Setia Budi Hariyanto,
Tabib Spesialis Orang Gila

Sering Dipukul Pasien hingga Bersihkan Kencing Orang Gila

Menjadi 'tabib spesialis' orang gila (orgil) tentu saja berbeda dengan menjadi dokter biasanya. Sebab, perilaku pasien aneh dan kadang seenaknya saja. Bagaimana M. Sa'id Setia Budi Hariyanto berusaha menyembuhkan mereka?

WAJAH Ustad Moh. Said Setia Budi Hariyanto terlihat basah. Pria asal Lumajang yang tinggal di Pondok Pesantren (Ponpes) Attauhid Panempan, Pamekasan, itu memang baru selesai wudu. Tangan kiri bapak dua anak yang sejak 2004 datang ke Pamekasan itu menenteng air mawar. Tak lama kemudian, dia masuk ke ruang delapan orgil hasil sweeping satpol PP beberapa waktu lalu.

Para orgil itu memang sedang menjalani terapi khusus di Klinik Ibnu Sina di Ponpes Attauhid. Said lalu mendekati satu per satu orgil itu. Di antara orgil itu ada yang mau mengamuk pada sang ustad. Ada juga yang menangis meronta-ronta. Tapi, saat dipegang dahinya, orang-orang tidak waras tersebut terlihat luluh. Mereka tak banyak bergerak dan mau diajak berbicara dengan sang ustad. Entah apa yang dibaca Said, yang jelas setelah mulutnya komat-kamit orgil itu terdiam dan rileks.

Said tidak sendirian. Dia dibantu Ra Wahid dan Ustad Faruq. "Menyembuhkan orang gila itu tidak mudah. Terutama ketika gila tahunan," ujar Said.

Sejak menjadi tabib orgil, dia mengaku memiliki pengalaman yang sangat menarik dan sulit dilupakan. Dia mengaku sedikitnya telah menyembuhkan 200 orgil. "Saya pernah dipukuli. Bahkan saya harus membersihkan kencing mereka. Sebab, gilanya itu sangat parah," ujarnya.

Selain kisah tak mengenakkan, ada juga pengalaman yang sangat menarik. Misalnya, jika orgil yang diobati sembuh. Tak jarang pasiennya menjadi akrab seperti saudara. "Bahkan, ada salah seorang pasien yang saat ini sudah menjadi tabib orang gila juga. Padahal, sebelumnya dia sendiri gila," ujarnya seraya tersenyum.

Menurut putra pasangan alm Suib Budi Wiyono dan Siti Ami itu, penyebab orang menjadi gila banyak faktor. Kadang karena depresi, putus cinta, kerasukan jin, dan yang lain. "Jika tatapan matanya kosong, biasanya karena depresi. Sedangkan jika selalu berbicara, biasanya kerasukan jin," terangnya.

Untuk menyembuhkan orgil, dia terlebih dahulu memandikan di tempat khusus, membacakan doa-doa disertai dengan tenaga dalam murni (seperti pernafasan). "Ada juga dengan menggunakan terapi lilin," ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Pamekasan Kholilurrahman yang mengunjungi pasien orgil di Klinik Ibnu Sina mengatakan, pengobatan orang gila tidak hanya secara rohani, juga dari sisi jasmani. Banyak orang gila sembuh dan sebagian telah dipulangkan kepada keluarganya.

Orang gila masih bisa disembuhkan, bergantung sebab-musabab dia terganggu secara psikis. Sepanjang yang dia tahu, seseorang jadi tidak waras karena godaan makhluk halus sebangsa jin. "Kami sangat berharap para orgil ini bisa disembuhkan sehingga bisa mengenali keluarga mereka. Jika nanti mereka sudah sadar dan mengetahui asal usulnya, kami akan komunikasikan dengan pihak keluarga," ujarnya.

Sebelumnya, satpol PP merazia orgil yang berkeliaran di jalanan. Mereka dikumpulkan dan diobati. Jika sudah ingat asal usul dan keluarganya, mereka akan dikembalikan ke keluarganya. (mat/BUSRI THAHA)

Sumber: Jawa Pos, 08/03/2010

Label: , , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda