Twin Towers di Kaki Jembatan

Pemerintah sudah menyiapkan rencana besar baru setelah Suramadu beroperasi nanti. Yakni, pengembangan kawasan yang berada di sekitar jembatan itu.

Untuk keperluan tersebut, pemerintah lewat Perpres 27/2008 telah membentuk badan khusus bernama Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Badan itulah yang akan menjadi operator proyek tersebut.

Hanya, hingga hari ini belum jelas kelanjutan dari proyek tersebut. Pemerintah masih belum menetapkan seperti apa detail rancangannya. Termasuk, siapa saja yang bakal duduk di badan khusus itu. Meski demikian, Pemprov Jatim sudah menyiapkan skema awal rencana besar tersebut.

Untuk keperluan itu, pemprov sudah menyiapkan lahan 600 hektare. Dengan rincian masing-masing 300 hektare di dua sisi (Surabaya-Madura). Sisi Surabaya berada di kawasan Tambak Wedi.

Konsep dasarnya, sisi Surabaya akan diarahkan untuk daerah wisata dan area perkantoran. Beragam fasilitas dirancang bakal dibangun di sisi itu. Untuk pariwisata misalnya, kaki Suramadu sisi Surabaya dirancang menjadi kawasan yang dikonsep sebagai areal fairground. Bangunannya meliputi ruang pameran, shopping mall, taman bermain anak, concert hall, dan convention hall.

Selain itu, pemprov menyiapkan sebuah area untuk pembangunan museum Jembatan Suramadu sebagai pusat studi dan wisata. Luas area itu direncanakan satu hektare. Museum tersebut berisi segala pernak-pernik Suramadu. Misalnya, potongan box girder, cable stayed, maupun bagian jembatan lain.

Konsep lebih detail sudah dibikin pemprov untuk pengembangan kawasan Suramadu sisi Madura. Malah, konsep itu beberapa kali dipaparkan kepada publik. Termasuk, mereka juga sudah menawarkan kepada para tokoh penting di Madura.

Seperti apa? Untuk pola pengembangan kawasan, disiapkan dua rencana besar. Yakni, pengembangan kawasan hunian serta kawasan niaga (komersial).

Untuk kawasan niaga, di pintu masuk jembatan sisi Madura akan dibangun twin tower. Menara itu dibangun di sisi kanan dan kiri pintu Jembatan Suramadu.

Rencananya, bangunan tersebut dibangun di atas lahan 6,2 hektare dengan luas bangunan 280.000 meter persegi. Tingginya 35 lantai dan diestimasi bisa menampung 400 unit kantor. ''Ini sebagai ikon kawasan Suramadu di Madura,'' kata Kepala Badan Perencanaan Provinsi (Bappeprov) Hadi Prasetyo.

Bukan hanya itu, di sisi tersebut juga siapkan fasilitas hotel. Pembangunan hotel di sana dikonsep dalam dua tipe. Yakni, hotel standar (berada di dekat pantai) dan cottage.

Untuk kawasan hunian, setidaknya ada lima fasilitas yang disiapkan. Yakni, permukiman bagi nelayan, relokasi rumah susun, penataan ulang kawasan permukiman, pembangunan apartemen, dan town house. Selain itu, pemprov merencanakan pengembangan.

Hanya, pemprov masih belum berani berbicara banyak soal itu. Sebab, hingga kini mereka juga masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Terutama soal pembentukan BPWS itu.

Pada bagian lain, pemprov dijadwalkan bakal melakukan penelitian terkait beragam aspek seputar pengembangan kawasan Suramadu. Nanti hasil studi itu dijadikan salah satu bahan rekomendasi untuk rencana besar tersebut. "Tentu harus ada studi lebih detail. Nanti tim dari pemprov dan pakar yang akan turun. Hasilnya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan," kata Kepala Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional, V.A.G. Ismail kemarin.

Rencananya, penelitian itu bakal dilakukan para pakar yang ada di Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) Jatim. dijadwalkan, penelitian ini dilakukan pada Januari-Mei 2009. (ris/nw)