Pesantren, Benteng Pelestari Bahasa Madura

LEMBAGA pendidikan yang menjadi tumpuan harapan untuk pelestarian bahasa Madura adalah pondok pesantren. Karena sampai saat ini pondok pesantren di Madura masih menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa pergaulan, baik antara santri dengan santri maupun antara santri dengan kiai. Termasuk juga penggunaaan bahasa Madura dalam proses belajar-mengajar di pesantren.
Berharap kepada lembaga pendidikan formal umum lainnya, mungkin membutuhkan waktu lama. Namun pesantren selama ini sudah menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa pergaulan dan bahasa pengantar proses belajar-mengajar.

Karena itu wajar jika muncul harapan besar agar pesantren tetap menjadikan bahasa Madura sebagai bahasa pengantar dan bahasa pergaulan. Kondisi ini bisa dijadikan upaya untuk mempertahankan dan melestarikan bahasa Madura. Jumlah pesantren yang sangat banyak di Madura memungkinkan menjadi potensi tersendiri agar bahasa Madura tetap lestari.

KH Muhammad Idris Jauhari MA, Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Amien Prenduan Sumenep mengatakan, peran pesantren dalam khasanah bahasa Madura sudah ada sejak abad ke -20. Saat itu pengajian kitab kuning di pesantren tradisional tidak lagi menggunakan bahasa Jawa kitabi, melainkan langsung menggunakan bahasa Madura. Bahkan sebagaian kiai biasa menggunakan bahasa Madura karena dianggap lebih bisa mengambarkan makna dhohir dan makna bathin dari kitab kitab yang diajarkannya.

”Bisa dimaknai bahwa di pondok pesantren, bahasa Madura tidak hanya menjadi bahasa pengantar atau alat komunikasi. Lebih jauh dari itu, bahasa Madura di pesantren telah berfungsi sebagai bahasa transformasi ilmu pengetahuan. Artinya bahasa Madura memiliki andil besar terhadap proses intelektualisasi masyarakat Madura, khususnya intern pesantren lewat proses yang seperti itulah kemudian lahir kiai-kiai alim, kharismatik, dan bijaksana di Madura,” katanya.

Langkah penting pesantren di Madura dalam upaya melestarikan dan mengembangkan bahasa Madura, lanjut KH Idris, terlihat dari banyaknya buku atau kitab literatur dalam pesantren yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Madura, misalnya kitab fiqih, tasawuf. Sejumlah kitab yang kini sudah diterjemahkan dalam bahasa Madura antara lain kitab Bidayatul Hidayah, Sullamut Taufiq, Safinatun Najah, Fathul Qarib dan lain sebagainya. Bahkan yang paling mutakhir adalah upaya untuk menerjemahkan Alquran dalam bahasa Madura.

Dalam dunia sastra, pesantren juga menyumbangkan perannya dalam pelestarian sastra Madura. Hal ini dibuktikan dengan adanya karya sastra bernama syi’ir yang selama ini tumbuh berkembang dalam kalangan pesantren. Syi’ir itu adalah karya sastra Madura yang berisi pesan-pesan moral, akhlak bahkan asmara. Salah satunya yang terkenal adalah syi’ir yang ditulis KH As’ad Syamsul Arifin, Situbondo, pada tahun 1920, yang berbunyi:

Zaman samangken raja fitna. Rakyat sadaja pada sossana. Politik tenggi sulit jalanna. Sangat rumitta raja cobana. Dalem bahasa sala laguna. Da’ ekonomi sangat jatuna. Tambana rakyat sangat banyakna. Jumlana ningkat korang riskina.

(Zaman kini besar fitnah. Rakyat semua pada susah. Politik tinggi sulit berbelit. Sangat rumit besar cobaan. Dalam bahasa kalau salah jalan. Terhadap ekonomi bisa menjatuhkan.Tambahan penduduk semakin banyak. Jumlah meningkat rezeki mengurang).

Pendapat senada dengan KH Idris Jauhari ini diungkapkan Fathorrahman Ustman MPd. Jebolan Pasca-Sarjana Universitas Negeri Jogjakarta ini mengatakan, peran pesantren sudah ada dan akan tetap optimal dalam pelestarian dan pengembangan bahasa Madura. Menurut dia ada beberapa indikator yang telah dijalankan pesantren dalam pelestarian bahasa Madura.

Antara lain, di pesantren bahasa Madura dijadikan bahasa pengantar sehari-hari. Bagi pesantren, menggunakan pengantar bahasa Madura lebih mudah diterima karena kebanyakan literatur menggunakan kitab kuning. Bahasa Madura juga dinilai lebih efektif dalam mentrasformasikan pesan yang terkandung dalam litrratur di pesantren. (mas)

Sumber: Surabaya, Pos, Senin, 22 Desember 2008

Label: ,

2 Komentar:

Pada 28 Agustus 2014 02.05 , Blogger zainal kartiko mengatakan...

ada pin bbm yang bisa konsultasi ttg pentingnya bahasa madura di pesantren

 
Pada 28 Agustus 2014 02.06 , Blogger zainal kartiko mengatakan...

ada no yg bisa d hubungi utk konsultasi, atau pin bbm

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda